Sabtu, 12 Juni 2010

Tanaman yang Dapat Mencegah Pembelahan Sel Kanker

Neoplasma adalah pertumbuhan abnormal dan tidak terkontrol oleh tubuh. Belum ditemukan obat kanker yang ideal, yang menghancurkan sel-sel kanker tanpa menciderai sel-sel yang normal. Meskipun demikian, banyak penderita yang bisa diobati dengan obat-obat antikanker dan beberapa diantaranya mengalami kesembuhan. Salah satu golongan antineoplasma adalah alkaloid tanaman.
Alkaloid tanaman adalah obat-obatan yang dapat menghentikan pembelahan sel dan mencegah pembentukan sel-sel baru. Contohnya : paclitaxel,vinkristin,vinblastin,dll.
Beberapa contoh tanaman dibawah ini yang memiliki kandungan zat yang berpotensi mencegah atau menghentikan pembelahan sel kanker.
1. Brokoli (Brassica oleracea)
Brokoli merupakan tanaman yang mengandung vitamin C dan serat makanan. selain itu brokoli juga mengandung senyawa glukorafanin yang merupakan bentuk alami senyawa antikanker sulforafana.
2. Temu Putih ( Curcuma zedoaria)
Menurut hasil penelitian American institute cancer reports, temu putih mengandung RIP (Ribosom inacting protein),zat anti oksidan dan zat anti kurkumin. RIP berkhasiat menonaktifkan pertumbuhan sel kanker ,meluruhkan sel kanker tanpa merusak jaringan yang ada disekitarnya.



3. Bawang Putih (Allium sativum)
Bawang putih mengandung senyawa penguat system imun (Dially sulfide)yang meningkatkan sel imun yang memerangi kanker dan secara tidak langsung membantu memecah senyawa penyebeb kanker.

4. Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa)
Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa L.) adalah tanaman perdu dari suku Thymelaceae yang tumbuh subur pada dataran rendah hingga ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut (Burkill, 1966). Tanaman ini mempunyai 1200 spesies yang tersebar dalam 67 genera. Penampilan tanaman ini sangat menarik, terutama saat buahnya mulai tua dengan warna merah marun, sehingga banyak dipelihara sebagai tanaman hias. Akhir-akhir ini tanaman mahkota dewa banyak digunakan sebagai obat tradisional, baik secara tunggal maupun dicampur dengan obat-obatan tradisional lainnya
Kandungan mahkota dewa seperti tannin,terpenoid,flavanoid,alkaloid memiliki aktivitas antikanker dan antioksidan.
5. Jali (Coix lacryma)
Jali mengandung coixenolide yang berkhasiat antikanker pada cervica lcarcinoma14 dan Ehrlich ascitic carcinoma. Komponen tersebut mengganggu sel kanker pada tingkat metaphase.



6. Sambiloto (Andrographis paniculata)
Sambiloto (Andrographis paniculata) banyak dijumpai hampir di seluruh kepulauan nusantara. Secara taksonomi sambiloto diklasifikasikan kedalam divisi Spermathophyta, subdivisi Angiospermae, kelas Dycotyledonae, subkelas Gamopetalae, OrdoPersonales, famili Acanthaceae, subfamili Acanthoidae dan genus Andrographis.Komponen utama sambiloto adalah andrographolide yangberguna sebagai bahan obat. Disamping itu, daun sambiloto mengandung saponin, falvonoid, alkaloid dan tanin. Kandungan kimia lain yang terdapat pada daun dan batang adalah laktone, panikulin,kalmegin dan hablur kuning yang memiliki rasa pahit. Secara tradisional sambiloto telah dipergunakan untuk pengobatan akibat gigitan ular atau serangga, demam, dan disentri, rematik, tuberculosis, infeksi pencernaan, dan lain-lain. Sambiloto juga dimanfaatkan untuk antimikroba/antibakteri, antihyper-glikemik, anti sesak napas dan untuk memperbaiki fungsi hati. Mengingat kandungan dan fungsi tanaman tersebut, saat ini sambiloto banyak diteliti untuk dikembangkan sebagai bahan baku obat modern, diantaranya pemanfaatan sambiloto sebagai obat HIV dan kanker.
7. Ceremai (phyllanthus acidus)
Pada tanaman ini Daun, kulit batang, dan kayu mengandung saponin, flavonoid, tanin, dan polifenol. Akar mengandung saponin, asam galus, zat samak, dan zat beracun (toksik). Buah mengandung vitamin C.
Daun berkhasiat sebagai peluruh dahak, pencahar (purgatif), mual, kanker, dan sariawan. Kulit berkhasiat mengatasi penyakit asma dan sakit kulit. Kulit akar dan buah berkhasiat sebagai pencahar. Biji untuk mengobati sembelit dan mual.
Selain beberapa contoh tanaman diatas masih terdapat banyak Jenis tanaman/ buah-buahan yang memiliki zat yang berpotensi sebagai anti kanker.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar